Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Saturday, April 2, 2011

Perajin Onderdil Otomotif Purbalingga Ikut Bangun Anoa dan ATPM Mobil Asing

Setelah mendapat kepercayaan dari sejumlah ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) mobil terkenal seperti Mercedes Benz, Suzuki, Daihatsu, dan Toyota, knalpot produksi perajin Purbalingga (Jateng) ternyata juga digunakan pada kendaraan tempur jenis panser dan tank.

''PT Pindad yang secara rutin memesan knalpot Purbalingga, tak hanya menggunakannya untuk panser bagi TNI-AD. Tapi juga untuk panser yang dibuat guna memenuhi pesanan dari Malaysia dan Lebanon,'' kata seorang perajin knalpot Purbalingga, Muhajirin, Jumat (1/4).









Dia menyebutkan, pesanan knalpot untuk kendaraan tempur TNI-AD, sebenarnya sudah dilakukan PT Pindad sejak tahun 2009/2010. Pada saat itu, jumlah permintaan memang tidak banyak, rata-rata 150 buah knalpot per tahun. Sedikitnya pesanan knalpot tersebut, karena pesanan pembuatan tank oleh TNI kepada PT Pindad juga masih sedikit.




Namun pada tahun 2011 ini, PT Pindad juga mendapat pesanan pembuatan panser dari Malaysia dan Lebanon. Berdasarkan informasi yang diperoleh Muhajirin dari PT Pindad, panser yang dipesan adalah kendaraan tempur Panser Anoa 6 kali 6. ''Untuk kebutuhan pembuatan panser tersebut, kami juga mendapat permintaan untuk memenuhi kebutuhan knalpotnya,'' katanya.




Saat ini, Muhajirin mengaku telah mengirimkan 11 unit knalpot untuk panser Anoa pesanan Lebanon, dan 32 unit knalpot untuk Panser pesanan dari Malaysia. Knalpot yang dipesan, ermasuk bagian mufler (kendang knalpot) dan exhause (pipa pengeluaran)-nya.






Menurutnya, Panser Anoa 6 X 6 adalah sejenis kendaraan tempur pengangkut personil atau APC (Armoured personal carrier) dengan sistem penggerak 6 roda simetris.

Sebelumnya, Muhajirin mengaku telah secara rutin memasok mufler knalpot untuk jenis kendaraan panser mortir, panser recovery, dan panser Anoa-2. Semua pasokan atas permintaan PT Pindad.






''Hingga saat ini, kami telah mengirimkan 300 unit knalpot untuk kendaraan tank dan panser yang digarap PT Pindad. Dalam waktu dekat, kami juga tengah diminta memasok lagi knalpot untuk tank-tank model baru yang akan dibuat untuk memperkuat kendaraan TNI,'' katanya.

Dipilihnya knalpot produksi perajin Purbalingga, antara lain karena karena kualitasnya cukup baik dan mampu meredam suara.

Wednesday, March 23, 2011

AsiaNusa siap protes bila Mobnas lokal mendapat perlakuan diskriminasi oleh pemerintah

Rencana pemerintah Indonesia mengeluarkan regulasi tentang produk low cost and green car menuai kritik pedas dari asosiasi produsen mobil nasional yang tergabung dalam Asosiasi Industri Automotif Nusantara (AsiaNusa). Mereka mendesak pemerintah supaya tak terlalu memihak investor asing dan menyingkirkan kesempatan industri mobil nasional untuk bersaing.

Dewa Yuniardi, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AsiaNusa kepada Kompas.com menjelaskan, produsen mobil nasional pernah meminta insentif oleh pemerintah agar mendapat keringanan dalam memproduksi micro car (mobil bermesin 1.000 cc ke bawah), tapi tak terlalu digubris. Meski demikian, mereka tak patah arang dan tetap berjalan dengan segala keterbatasan.

"Kami akhirnya memutuskan supaya jalan terus, dengan catatan tak dibeda-bedakan. Maksudnya, kalau kami tak diberi insentif mereka (produsen mobil besar) juga jangan," tegas Dewa saat dijumpai di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2011).

Terkait rencana penerbitan regulasi low cost & green car, Dewa bersama anggota AsiaNusa mengaku siap protes keras kepada pemerintah jika tak berlaku adil. Saat ini AsiaNusa terdiri dari beberapa produsen mobil nasional antara lain, Tawon, Wakaba, Fin (Komodo), Arina, Gea, dan ITM. "Kalau mereka bisa dapat insentif, kami tidak, ini tidak adil. Kalau mau fair, kita adu saja di pasar, kami berani bersaing kalau sama-sama tak dapat insentif," beber Dewa.

Menganggapi hal ini, Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian mengatakan, pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tak pernah memihak ke satu pihak dan sifatnya pasti umum. Pada regulasi low cost & green car yang tengah digodok, semua pihak bisa memanfaatkannya asal mengikuti aturan mainnya.

"Setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah itu sifatnya global dan setiap produsen otomotif itu punya segmen yang dituju," jelas Budi.

Monday, March 21, 2011

China Produksi Mobil Murah Seharga 13 Juta Rupiah

Pabrikan mobil asal China, Geely siap membuat mobil murah sejagat dan menyebar ancaman untuk pesaingnya. Mobil anyar mereka Intelligent Geely (IG) yang sebelumnya tampil di ajang otomotif bergengsi Beijing Auto Show siap diproduksi pada 2012 dan dipasarkan 2013 mendatang.


Mobil ini begitu memikat, apalagi target harga mobil ini juga sangat murah yakni hanya sebesar 10.000 RMB atau sekitar Rp 13 jutaan saja. Bila dilihat dari harganya, IG hampir sama dengan harga sebuah motor di Indonesia.



Dan ternyata PT Geely Mobil Indonesia (GMI) pun tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan mobil ini ke Indonesia.



"IG siap dipasarkan 2013 nanti dengan harga 10.000 yuan. Bisa saja kita masukan juga kesini," ujar Presiden Direktur PT Geely Mobil Indonesia (GMI) A Budi Pramono kepada detikOto.



Bila niatan GMI ini benar terlaksana, IG tentu menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih dari motor ke mobil. Sebab selain harganya tidak jauh beda dengan motor, mobil ini pun akan mematahkan predikat mobil termurah sejagat yang selama ini dipegang oleh Tata Nano yang saat ini sudah naik harga menjadi antara US$ 2.800-3.800 (Rp 26-35,2 juta).

Pemerintah Janjikan Mobil Murah Rp 50 Juta untuk Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berjanji akan menyediakan rumah murah bagi para nelayan di 100 lokasi di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Fadel juga menyediakan transportasi berupa mobil khusus buatan Indonesia asli dengan harga murah.

"Jadi sesuai instruksi presiden kita mempunyai beberapa program klaster terkait kesejahteraan nelayan," ujar Fadel ketika ditemui di Kantornya Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (21/3/2011).

Fadel memaparkan, program kesejahteraan bagi nelayan yakni dengan memperbaiki rumah nelayan miskin dan menyediakan rumah murah.

"Kita kelompokkan tahun ini di 100 lokasi, ini bekerjasama dengan Kemenpera dan akan kita perbaiki serta sediakan perumahan bagi mereka nelayan miskin," tambahnya.

Tidak hanya itu, Fadel mengungkapkan pihaknya juga menyediakan transportasi, yaitu kendaraan untuk mengangkut hasil tangkapan. Kendaraan berupa mobil ini bekerjasama dengan PT Industri Kereta Api (INKA).

"Harganya berkisar Rp 50 juta," tuturnya.

Lebih jauh Fadel mengatakan, pihaknya juga memberikan bimbingan dan pelayanan bagi nelayan yang akan mengembangkan usaha baru seperti rumput laut dan ikan kerapu.

"Serta, tahun ini kita juga berikan banyak beasiswa ke anak-anak nelayan yang dalam waktu dekat akan diberikan secara simbolis oleh presiden," tukasnya.

Wednesday, February 23, 2011

Perang Jepang terhadap Indonesia: Jepang Cengkram Industri Mobil Indonesia

Sudah menjadi rahasia umum kalau pasar mobil di Indonesia di dominasi oleh produsen mobil asal negeri matahari terbit. Jepang bahkan menguasai 95 persen dari seluruh populasi mobil yang ada di tanah air.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy di Pasific Place, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

"95 persen penjualan mobil di indonesia dari Jepang," ungkapnya.

Jonfis lalu menjelaskan kalau di Indonesia sekarang ada sekitar 300-an model mobil yang beredar. Dari jumlah tersebut, Jepang jelas mendominasi dan mencengkram pasar.

Lebih lanjut Jonfis juga menjabarkan kalau dari 300-an model mobil yang beredar di Indonesia itu, hanya 11 model yang sudah mampu berdiri tegak dengan angka penjualan di atas 1.000 unit perbulan.

"Hanya 11 model dari 300-an model yang beredar yang bisa menjual diatas 1.000 unit. Bisa dibilang hanya mereka yang aman kalau dilihat dari skala ekonominya. Dari 11 model, Honda menyumbang 3 model, Jazz, Freed dan CR-V," jelasnya.

Banyak model yang beredar di Indonesia menurut Jonfis adalah buah dari mudahnya birokrasi untuk mendatangkan mobil ke Indonesia khususnya mobil impor.

"Sekarang tidak ada kewajiban untuk produksi mobil di sini, jadi lebih mudah impor. 1-2 mobil saja bisa diimpor," tukasnya.

Sebagai informasi, Indonesia di tahun 2010 lalu berhasil mencatatkan penjualan mobil total sebesar 764.710 unit. Angka ini jauh di atas target Gaikindo yang berada di kisaran 730.000 unit dan juga merupakan rekor baru bagi Indonesia.

Dan di tahun 2011 ini, bila tidak ada aral melintang, kemungkinan angka 800 ribu unit sangat mungkin akan tercapai.

Tuesday, January 25, 2011

Penjualan mobil nasional sumbang Rp79,50 Triliun untuk negara

Penjualan mobil baru di Indonesia pada 2010 yang mencapai 764.710 unit dan menjadi rekor tertinggi, telah memberi pendapatan bagi negara sebesar Rp79,50 triliun. Dari jumlah tersebut, terbesar disumbang dari Pajak Penjualan Barang Mewah dan Pajak Penghasilan Rp63,54 triliun, selebihnya Rp15,96 triliun dari Pajak Bea balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan bermotor.

Jongki D Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengatakan, sudah saatnya pemerintah memandang lebih serius industri otomotif Indonesia karena sumbangsihnya yang besar. Seluruh pemasukan yang diperoleh dari pajak harusnya diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang selaras.

"Masalah macet di Jakarta jangan industri otomotif terus dikambing hitamkan. Nanti kalau penjualan sudah dibatasi, ujung-ujungnya produksi terganggu dan akhirnya PHK (pemutusan hubungan kerja) dilakukan. Ini yang kita hindari," ujar Jongkie di Jakarta hari ini (25/1/2011).

Jongkie menambahkan, di Jakarta saja Otomotif menyumbangkan Rp7 triliun atau 65 persen dari total pendapatan asli daerah pemerintah provinsi. "Tapi, yang ada, otomotif malah terus ditekan dengan berbagai kebijakan kontra produktif," beber Jongkie.

Tuesday, December 14, 2010

Mobil Balap Listrik dan Modifikator Nasional

Mobil Aballs menjadi pemenang dalam kontes modifikasi, Autoblackthrough 2010. Dapur pacu mobil ini dikembangkan oleh LIPI, sementara seluruh tubuh Aballs dibuat secara custom oleh rumah modifikasi Signal.